Tampilkan postingan dengan label Tahfizh Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahfizh Qur'an. Tampilkan semua postingan

Mengintip Metode Menghafal Quran

I. Pendahuluan


Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur’an. 3P (Three P) tersebut adalah:

1. Persiapan (Isti’dad)

Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:

a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam).
b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi

c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala


2. Pengesahan (Tashih/setor)

Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat satu halaman tersebut, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:
a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)
b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.
c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan

3. Pengulangan (Muroja’ah/Penjagaan)

Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkannya

II. Syarat Utama Untuk

Memudahkan Hafalan

1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah.
2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihanNya yang menjaga al-qur’an.
3. Istiqomah sampai ajal musamma.
4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf).
5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah).
6. Minimal sudah pernah khatam al-qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali).
7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok).
8. Menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu.
9. Memahami ayat yang akan dihafal

III. Macam-macam Metode

Menghafal

A. Sistem Fardhi

Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):

1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang.
2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati.
3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya.
4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan.
5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai).
6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa).
7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal.
8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo).
9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat.


Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal

Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi.
2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang.
3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat.

Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan.

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang.
5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup).
6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz sebelumya.


B. Sistem Jama’i.


Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

a. Bersama-sama baca keras.
b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.
Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:

a. Persiapan:

1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah.
2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta.
3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah.
4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja’ah hafalan lama.

b. Setoran ke ustad/ ustadzah:

1. Muroja’ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama.
2. Setor hafalan baru:
a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama.
b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.
c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.

3. Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan. Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan
hadir, maka ustad wajib menggabungkannya dengan kelompok lain yang kebetulan juz,
halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

c. Muroja’ah ditempat:

1. Kembali ketempat semula.
2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran.
3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya.
4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah.

IV. Keistimewaan sistem jama’i


1. Cepat menguasai bacaan al-qur’an dengan benar.
2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al-qur’an didepan orang lain.
3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca.
4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur’an.
5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik.
6. Menguatkan hafalan lama dan baru.
7. Semangat muroja’ah dan menambah hafalan baru.
8. Meringankan beban ustad.
9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur’an.
10. Mampu berda’wah dengan hikmah wa al-mau’idhah al-hasanah.
11. Siap untuk dites dengan sistem acakan.
12. Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan.

V. Jaminan

1. Hafalan al-qur’an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya. (perlu bukti, admin imm).
2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat.
3. Pilihan Allah dan memperoleh surga ‘adn diakhirat nanti (surah fatir:23-24)

VI. Metode Muroja’ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama’i)

Ayat-ayat al-qur’an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-‘ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan dimuroja’ah.

Berikut ini cara muroja’ah:

1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustad/ustadzah dan penampilan.
2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.
3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/jama’ah/istri/
suami dst.
4. Ketika lupa dalam muroja’ah maka lakukan berikut ini:
• Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat-ingat terlebih dahulu.
• Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf
dan,
• Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain) maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah).

Formula Reward Tahfizh

Tahfidz Quran, program yang saat ini lagi trend di rumah kami. Sebelumnya memang sudah diprogramkan, namun belum seserius sekarang. Trus pas ada sharing dari seorang temen, yang hafidz 10 juz (woi... bu Riri, tx a lot infonya ya.... ), ternyata yang 7 juz dihafalkan pas SD. Sedangkan sisanya, sejak SMP sampai sekarang sudah ko-as dokter dari UI, 'hanya' berhasil menghafal 3 juz.

Jadi menurut blio, pas SD memang saat yang paling enak untuk menghafal. Hafalan yang didapat pas SD juga masih menempel kuat. Gak kayak yang 3 juz berikutnya, hafalannya gak gitu nempel.

Trus masih sharing dari blio, katanya bisa banyak gitu, cause sama ortunya gak dikasih uang saku kalo gak setor 1 halaman. Meskipun nangis nangis, tetep aja gak bakalan dikasih. Hmmm... interesting. Dan kebetulan, pas temenku itu sharing, Alya juga ada disitu. Jadi dia denger langsung dari pelakunya. Khan beda efeknya kalo udah aku yang nyeritain.

Malemnya, tak ceritain ke suami. Ternyata suami tertarik banget, dan malah langsung diaplikasikan. Langsung bikin pokoke kalo anak2 bisa setor sehari setengah halaman, dapet uang saku sekian. Wah... ternyata susyah banget. Terus bongkar pasang formula buat setoran dech. Sampai akhirnya dapat formula kayak gini :



Jadi, Alya sama Iva kalo berhasil setor 1 baris dapet 500 rupiah. Kalo 2 baris 1.500 rupiah, 3 baris 3 ribu rupiah. Trus 4 baris 5 ribu, dan 5 baris 6.500. Selanjutnya tiap baris dihitung 1.300 rupiah. Kalo sehari gak setor, dapet reward minus seribu, hehehe. Selain reward hafalan, kita juga masih nerapin prestasi. Tapi sekarang gak dikurs ke hadiah lagi, tapi ke uang saku. Tiga prestasi sama dengan 500 rupiah.

Tapi... kayaknya anak2 jadi ngandalin uang saku dari prestasi. Jadi hafalan gak gitu dikejar. Mereka concernnya ke ngejar prestasi. Waduh gawat. Akhirnya poin prestasi kita turunkan nilainya, jadi 1 prestasi = 100 rupiah. Setelah itu lumayan, jadi rada berimbang. Setoran hafalan juga dikejar, tapi prestasi juga jalan.

Trus, setelah sebulanan, Alya sama Iva sudah menyelesaikan satu surat. Tapi ternyata, karena yang disetor hanya yang dihafal hari itu, jadinya ayat2 sebelumnya sudah banyak lupa. Aduh ! Terpaksa formula dibongkar lagi. Akhirnya deal, jadi kalo setor hari itu, musti setor juga murojaah dari ayat 1 surat yang sama. Poin untuk murojaah ini, tiap murojaah setengah halaman, dihitung satu baris.

Bonus juga didapat kalo mereka berhasil mencapai 80.000 dalam 1 bulan, mereka bakal dapet bonus 20.000. Jadi misalnya kalo mereka rutin setor sehari 1 halaman murojaah (setara 2 baris), plus satu baris tambahan hasil menghafal hari itu, berarti ntar akhir bulan mereka bakal dapet uang saku 110 ribu. Lumayan khan...

Reward yang sama berlaku juga untuk abinya, meskikpun jelas tidak diuangkan, tapi lebih ke untuk memotivasi anak2. Ntar akhir bulan, siapa yang berhasil mencapai setengah dari hasil abinya, akan ada reward khusus dari abi. Dan sampai tgl 9 kemaren, inilah hasilnya :


Alya kebetulan paling kecil, karena dia waktu itu sudah mulai sakit, sehingga setornya udah gak bener. Disamping juga karena dia udah juz 28, udah mulai susah.

Gimana umminya ? Yach... kalo Abinya hafalannya kejar2an sama Alya, aku kejar2an sama Iva. Tapi kejar2an juga gak tepat denk. Kayaknya Iva juga bakalan ngeduluin dech. Tapi mereka maklum. Yach, gimana enggak... pas padha ngapal, umminya sibuk ngejagain yang 2 lagi.

Tapi lucunya, dan Alhamdulilllahnya, Uthi sama Widad juga tertarik untuk menghafal. Widad udah hafal Al Fatihah sebagian sebagian. Uthi juga kalo liat kakaknya padha setoran, sering ikut ribut minta setoran hafalannya, hehehe...


(Sumber: http://anugerahfashion.blogspot.com)

Agar Tahfizh Jadi Kebiasaan Alami

Terkadang kebaikan itu harus dipaksakan. Dan sebaik-baik pemaksaan adalah muncul dari dalam diri. Misalnya, hari ini saya terlewat bangun shubuh sehingga program tahfizh pun tertinggal. Besok saya harus bayar Infaq jika tidak bangun lebih awal maka dipersilahkan untuk berjalan kaki pergi ke tempat kerja yang jaraknya 10 Km pada hari berikutnya. Dan itu wajib dibayar.Agar di dalam perjalanan bisa sambil muraja'ah hafalan lama.

Pemaksaan untuk berbuat baik itu akan semakin menjadi baik jika dilakukan dengan melalui proses kesedaran jiwa kita. Berlanjut dengan pertanyaan, "Bagaimana membangun kebaikan pada anak-anak atau pelajar-pelajar kita agar mereka terbiasa melakukan kebiasan baik secara alami? adakah dimulakan dengan paksaan? Berikut yang ingin penulis paparkan;

Pahami Masalah Anak dan Tepiskan Masalah Sendiri
Guru atau Ustadz yang datang ke rumah dari jauh untuk mengajar anak kita, tiba-tiba anak kita tidak mau mengaji atau menghafal Al-Quran. Dan seharusnya anak kita yang datang ke rumah ustadz dan bukan ustadz datang ke rumah kita. Lain halnya jika ustadznya belum punya rumah. Kalu kita ikutkan emosi kita sebagai orang tua, sepertinya anak kita ini 'kurang ajar' dan tidak punya rasa hormat kepada guru. Padahal anak kita baru berumur 4 hingga 6 tahunan. Sebenarnya kita-lah orang tuanya yang bermasalah. iaitu kita kurang memahami 'kondisi' anak. kalau sebabnya sudah jelas, tentu kita bisa men-terapinya. Namun kebiasaan buruk kita sebagai orang tua, inginnya cepat segera masalahnya diselesaikan. Anak terus saja dipaksa untuk mengaji.

Kalau memang anak kita sedang tidak berminat 'tahfizh' hari ini, ya terpaksa kita ikut kemauan anak dengan berusaha memahami 'ego'-nya dan ini sedikit lebih baik dibandingkan kita harus memaksanya. Kita orang tua harus 'mengalah' untuk sementara dan sebenarnya kita sedang merintis 'jalan kemenangan' dalam 'pertarungan emosi' dan dalam menaklukan 'kepentingan pribadi'. Kepentingan pribadi berupa keinginan agar anak-anaknya cepat bisa baca Al-Quran, hafal Al-Quran dan khatam 30 juz.

Lucunya kebanyakan kita punya prinsip 'jangan turuti semua kemauan anak' tapi pada saat yang sama kalau kita hitung-hitung betapa lebih banyak kita 'turuti' kemauan anak. Buktinya, setiap pagi kita ikut anak pergi ke sekolah dan jemput di waktu kepulangannya dari sekolah. Bukankah ini namanya 'orang tua ikut anak'? Kalau kita merasa punya pembantu, ternyata itu lebih dahsyat lagi kita 'menuruti kemauan anak'. Ini istilah yang boleh dinafikan namun tidak bisa kita hindarkan.

Sebenarnya kita punya 'bahasa' untuk 'menuruti semua kemauan anak'. Kita 'turuti' kemauan anak dengan setting yang 'unik'. Semakin kita banyak 'menuruti kemauan anak, semakin kita merekayasa mereka untuk melakukan satu, dua dan banyak kebiasaan baik. Salah satunya kita setting 'kemauan' anak dengan diarahkan kepada program 'tahfizh'

Kebiasaan Harian dan Kebiasaan Tahfizh
Sebelum tidur, kita usahakan selalu menemani anak. Buat jadwal secara bergilir antara suami dan isteri agar bisa membacakan surah-surah pendek atau ayat-ayat pilihan di samping anak saat menjelang mata terpejam. Begitu juga saat bangun dari tidur di pagi hari. Di dalam perjalanan ke sekolah pun kita biasakan hal itu. Ingat, kita sendiri yang melakukannya; membaca, menghafal dan mengulang-ulang hafalan di sisi anak-anak kita. Sehingga kebiasaan baik kita itu menular menjadi kebisaan 'tahfizh' pada diri anak.

Bersambung....

(sumber: Quranuna.multiply.com)

Cara Praktis Hafal Al-Qur'an dalam 1 Tahun

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untuk di praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafalnya. Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya:
Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:
1- Bacalah ayat pertama 21 kali
2- Bacalah ayat kedua 21 kali
3- Bacalah ayat ketiga 21 kali
4- Bacalah ayat keempat 21 kali
5- Kemudian membaca 4 ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.
6- Bacalah ayat kelima 20 kali
7- Bacalah ayat keenam 21 kali
8- Bacalah ayat ketujuh 21 kali
9- Bacalah ayat kedelapan 21 kali
10- Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 21 kali.
11- Bacalah ayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 21 kali untuk memantapkan hafalannya.
Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.
- BAGAIMANA CARA MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA?
Jika anda ingin menambah hafalan baru pada hari berikutnya, maka sebelum menambah dengan hafalan baru, maka anda harus membaca hafalan lama dari ayat pertama hingga terakhir sebanyak 21 kali juga hal ini supaya hafalan tersebut kokoh dan kuat dalam ingatan anda, kemudian anda memulai hafalan baru dengan cara yang sama seperti yang anda lakukan ketika menghafal ayat-ayat sebelumnya.
- BAGIMANA CARA MENGGABUNG ANTARA MENGULANG (MURAJA'AH) DAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali anda menambah hafalan tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya, karena jika anda menghafal al quran terus-menerus tanpa mengulangnya terlebih dahulu hingga bisa menyelesaikan semua al quran, kemudian anda ingin mengulangnya dari awal niscaya hal itu akan terasa berat sekali, karena secara tidak disadari anda akan banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal dan seolah-olah menghafal dari nol, oleh karena itu cara yang paling baik dalam meghafal al quran adalah dengan mengumpulkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Anda bisa membagi seluruh mushaf menjadi tiga bagian, setiap 10 juz menjadi satu bagian, jika anda dalam sehari menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga anda dapat menyelesaikan sepuluh juz, jika anda telah menyelesaikan sepuluh juz maka berhentilah selama satu bulan penuh untuk mengulang yang telah dihafal dengan cara setiap hari anda mengulang sebanyak delapan halaman.
Setelah satu bulan anda mengulang hafalan, anda mulai kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, dan mengulang setiap harinya 8 halaman sehingga anda bisa menyelesaikan 20 juz, jika anda telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulang, setiap hari anda harus mengulang 8 halaman, jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah enghafal kembali setiap harinya satu atau dua halaman tergantung kemampuan dan setiap harinya mengulang apa yang telah dihafal sebanyak 8 lembar, hingga anda bisa menyelesaikan seluruh al-qur an.
Jika anda telah menyelesaikan 30 juz, ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan setiap harinya setengah juz, kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya juga setiap harinya diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama, kemudian pindahlah untuk mengulang sepuluh juz terakhir dengan cara yang hampir sama, yaitu setiapharinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
- BAGAIMANA CARA MENGULANG AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH MENYELESAIKAN MURAJAAH DIATAS?
Mulailah mengulang al-qur an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulangnya 3 kali dalam sehari, dengan demikian maka anda akan bisa mengkhatamkan al-Quran setiap dua minggu sekali.
Dengan cara ini maka dalam jangka satu tahun insya Allah anda telah mutqin (kokoh) dalam menghafal al qur an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun.
- APA YANG DILAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL QUR AN SELAMA SATU TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangnya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, jadikanlah al qur an sebagai wirid harian anda hingga akhir hayat, karena itulah yang dilakukan oleh Nabi r semasa hidupnya, beliau membagi al qur an menjadi tujuh bagian dan setiap harinya beliau mengulang setiap bagian tersebut, sehingga beliau mengkhatamkan al-quran setiap 7 hari sekali.
Aus bin Huzaifah rahimahullah; aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah bagiamana cara mereka membagi al qur an untuk dijadikan wirid harian? Mereka menjawab: "kami kelompokan menjadi 3 surat, 5 surat, 7 surat, 9 surat, 11 surat, dan wirid mufashal dari surat qaaf hingga khatam ( al Qur an)". (HR. Ahmad).
Jadi mereka membagi wiridnya sebagai berikut:
- Hari pertama: membaca surat "al fatihah" hingga akhir surat "an-nisa",
- Hari kedua: dari surat "al maidah" hingga akhir surat "at-taubah",
- Hari ketiga: dari surat "yunus" hingga akhir surat "an-nahl",
- Hari keempat: dari surat "al isra" hingga akhir surat "al furqan",
- Hari kelima: dari surat "asy syu'ara" hingga akhir surat "yaasin",
- Hari keenam: dari surat "ash-shafat" hingga akhir surat "al hujurat",
- Hari ketujuh: dari surat "qaaf" hingga akhir surat "an-naas".
Para ulama menyingkat wirid nabi dengan al-Qur an menjadi kata: " Fami bisyauqin ( فمي بشوق ) ", dari masing-masing huruf tersebut menjadi symbol dari surat yang dijadikan wirid Nabi pada setiap harinya maka:
- huruf "fa" symbol dari surat "al fatihah", sebagai awal wirid beliau hari pertama,
- huruf "mim" symbol dari surat "al maidah", sebagai awal wirid beliau hari kedua,
- huruf "ya" symbol dari surat "yunus", sebagai wirid beliau hari ketiga,
- huruf "ba" symbol dari surat "bani israil (nama lain dari surat al isra)", sebagai wirid beliau hari keempat,
- huruf "syin" symbol dari surat "asy syu'ara", sebagai awal wirid beliau hari kelima,
- huruf "wau" symbol dari surat "wa shafaat", sebagai awal wirid beliau hari keenam,
- huruf "qaaf" symbol dari surat "qaaf", sebagai awal wirid beliau hari ketujuh hingga akhir surat "an-nas".
Adapun pembagian hizib yang ada pada al-qur an sekarang ini tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
- BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (MIRIP) DALAM AL-QUR AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara bacaan yang hampir sama (mutasyabih) adalah dengan cara membuka mushaf lalu bandingkan antara kedua ayat tersebut dan cermatilah perbedaan antara keduanya, kemudian buatlah tanda yang bisa untuk membedakan antara keduanya, dan ketika anda melakukan murajaah hafalan perhatikan perbedaan tersebut dan ulangilah secara terus menerus sehingga anda bisa mengingatnya dengan baik dan hafalan anda menjadi kuat (mutqin).
- KAIDAH DAN KETENTUAN MENGHAFAL:
1- Anda harus menghafal melalui seorang guru atau syekh yang bisa membenarkan bacaan anda jika salah.
2- Hafalkanlah setiap hari sebanyak 2 halaman, 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar atau maghrib, dengan cara ini insya Allah anda akan bisa menghafal al-qur an secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun, akan tetapi jika anda memperbanyak kapasitas hafalan setiap harinya maka anda akan sulit untuk menjaga dan memantapkannya, sehingga hafalan anda akan menjadi lemah dan banyak yang dilupakan.
3- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf tertentu baik dalam cetakan maupun bentuknya, hal itu agar lebih mudah untuk menguatkan hafalan dan agar lebih mudah mengingat setiap ayatnya serta permulaan dan akhir setiap halamannya.
4- Setiap yang menghafalkan al-quran pada 2 tahun pertama biasanya akan mudah hilang apa yang telah ia hafalkan, masa ini disebut masa "tajmi'" (pengumpulan hafalan), maka jangan bersedih karena sulitnya mengulang atau banyak kelirunya dalam hafalan, ini merupakan masa cobaan bagi para penghafal al-qur an, dan ini adalah masa yang rentan dan bisa menjadi pintu syetan untuk menggoda dan berusaha untuk menghentikan dari menghafal, maka jangan pedulikan godaannya dan teruslah menghafal, karena meghafal al-quran merupakan harta yang sangat berharga dan tidak tidak diberikan kecuali kepada orag yang dikaruniai Allah swt, akhirnya kita memohon kepada-Nya agar termasuk menjadi hamba-hamba-Nya yang diberi taufiq untuk menghafal dan mengamalkan kitabNya dan mengikuti sunnah nabi-Nya dalam kehidupan yang fana ini. Amin ya rabal 'alamin.

Pentingnya Menghafal dan Memahami Al Quran

Al Quran diturunkan kepada Muhammad Rasulullah SAW selama 23 tahun masa kerasulan beliau. Al Quran di turunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW dengan perantaraan malaikat Jibril. Malaikat Jibril menurunkan Al Quran ke dalam hati Rasulullah dan beliaupun langsung memahaminya. Hal ini disebutkan dalam Al Quran surat Al Baqarah (2) : 97.

qs-2-97.gif

Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”

Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan Al Quran itu kepada para shahabatnya. Mereka menuliskannya di pelepah daun daun kering, batu, tulang dll. Pada saat itu belum ada kertas seperti zaman modern sekarang ini. Kemudian para shahabat langsung menghafalnya dan mengamalkannya. Demkian Al Qur;an di ajarkan kepada para shahabat-shahabat yang lain. Al Quran difahami dengan menghafal. Bukan dengan sekedar membaca.

Pada saat Rasulullah telah wafat, banyak terjadi peperangan. Dalam peperangan Yamamah misalnya , banyak para sahabat pemghafal Quran yang syahid. Melihat kondisi ini Umarpun meminta Abu bakar sebagai khalifah untuk membuat Mushaf Al Quran. Abu bakar sempat menolak. „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“ ujar beliau. Tapi dengan gigih Umar bin Khattab menjelaskan urgensinya pembuatan Mushaf bagi kepentingan kaum muslimin di masa yang datang. Akhirnya Abu Bakarpun dapat diyakinkan dan kemudian setuju dengan ide Umar bin Khattab.

Abu Bakarpun lalu meminta Zaid bin Haritsah untuk melakukan tugas ini. Zaid bin Haritsah pun sempat berkata : „ Apakah engkau meminta aku untuk melakukan apa yang Rasulullah tidak lakukan ?“. Tapi akhirnya Zaidpun setuju dan mulai mengumpulkan shahifah-sahhifah yang tersebar di tangan para shahabat yang lain. Batu, daun-daun kering, tulang dll itupun disimpan di rumah Hafsah.

Barulah pada zaman Khalifah Utsman bin Affan, Mushaf Al Quran selesai sebanyak 5 buah. Satu disimpan Utsman dan 4 yang lain disebar ke : Makkah, Syria, Basrah dan Kufah. Jadi pada saat itu para shahabat, tabi’it dan thabi’i tabiin mempelajari al Quran dengan menghafal karena jumlah Mushaf yang sangat sedikit.

Bagaimana dengan kondisi zaman sekarang? Bila kita perhatikan di sekitar kita, diantara teman-teman dan keluarga kita, ada berapa persen diantara mereka yang hafal Al Quran ? Berapa persen yang sedang menghafal Al Quran? Mungkin kita susah memberikan persentase karena dihitung dengan jari-jari tangan kita belum tentu genap semuanya.

Kaum muslimin saat ini masih cukup berpuas diri dengan membaca Mushaf Al Quran dan tidak memahami maknanya. Padahal membaca Al Quran baru langkah awal interaksi Al Quran. Al Quran sebagai petunjuk bagi kita tidak cukup dibaca tapi juga dihafal dan difahami.

Mungkin ada sebagian yang berkata mengapa perlu menghafal ? Tidakkah cukup dengan membaca Mushaf dan membaca tarjemahan ? Ternyata tidak cukup. Dengan menghafal Al Quran ada „rasa“ (atau zauk) yang diberikan Allah kepada hati kita. Rasa ini didapat karena ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang. Pengulangan kalam-kalam suci itulah yang menjadi „makanan“ untuk hati. Dan sesuai dengan ayat di Al Baqarah : 97 diatas, Al Quran itu diturunkan di hati Nabi Muhammad. Bukan di akal fikiran beliau. Artinya Al Quran itu konsumsi/makanan hati bukan sekedar fikiran.

Rasa inilah yang menjadikan kita nikmat mengenal Allah, memahami kehendakNya dan ringan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala laranganNya. „ Rasa „ ini kurang ada juga sedikit ketika kita hanya membaca. Apalagi bila membacanya tidak diiringi dengan pemahaman artinya. Dan membaca tidak diulang-ulang. Efeknya sangat berbeda dengan mengulang-ulangnya.

Kaum muslimin saat ini cukup berpuas diri dengan membaca „buta“ Al Quran dan menimba ilmu dari para ustadz, kiai dan pemuka-pemuka agama. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada para penyampai-penyampai risalah agama, kita sebagai hamba Allah, secara individual juga mempunyai kewajiban berusaha memahami Al Quran dari aslinya langsung dari firman-firmanNya.

Bila kita menghafal dan mentadaburi Al Quran maka Allah akan mengajarkan kepada kita pengetahuan melalui hati kita dengan perantaraan ilham. Seperti yang difirmankan Allah SWT dalam surat Asy Syams ayat 8-10:

qs-91-8-10.gif“Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.“

Ilham ini dapat dirasakan dengan dalam hati kita. Bukankah kita pernah bingung tentang suatu masalah, kemudian pada suatu saat kita, „cling“ mememukan cara untuk menyelesaikan masalah dengan baik. Itulah ilham.

Atau ilham itu sebagai furqan atau pembeda mana-mana amal yang haq dan mana-man yang bathil. Sebagai misal ketika kita masuk ke tempat maksiat maka hati kita akan terasa tidak enak, tidak nyaman. Itulah peringatan dari hati kita yang bersih. Furqan inilah yang dibutuhkan di dalam kehidupan ketika berperang dengan bisikan-bisikan syaithan yang membujuk-bujuk kita untuk berbuat maksiat dengan iming-iming duniawi yang menggiurkan. Karena itu sangatlah kita memerlukan furqan yang menjadikan kita mantap mengetahui yang haq dan yang bathil. Seperti disebutkan oleh Allah Azza wa Jalla dalam surat Al Anfaal ayat 29:

qs-8-29.gif

Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan. dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Al Quran juga sebuah petunjuk/pedoman hidup bagi kita kaum muslimin :

Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
(QS Al Baqarah : 2)

Jadi intinya Al Qu’an adalah pedoman hidup. Tapi hanya segelintir orang yang hafal dan faham Al Quran. Bagaimana Al Quran bisa menjadi pedoman hidup seorang muslim secara individual bila membaca dan memahaminya secara tuntas saja belum dilakukan ? Dan banyak diantara kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan belum pernah membaca dengan tuntas Al Quran.

Bayangkan apabila kita akan pergi ke puncak Gunung Semeru. Sebelum pergi kita dibekali dengan peta, rambu-rambu dan petunjuk-petunjuk oleh seorang pendaki gunung profesional. Tetapi kita tidak memahami petunjuk-petunjuk tersebut. Apakah kita dijamin akan sampai di puncak gunung semeru dengan selamat ? Kita mungkin lebih senang bertanya dengan penduduk setempat. Bila kita bertemu dengan penduduk yang sangat kenal gunung semeru mungkin kita akan sampai dengan selamat. Tetapi bila orang kita tanya juga kurang faham jalan ke puncak gunung, akankah kita sampai ke puncak dengan selamat atau mungkin kita bisa tersesat ? Padahal bila kita memahami, petunjuk, peta dan juga bertanya maka kita akan mendapat jalan pintas untuk sampai ke puncak gunung.

Memang solusi pemahaman Al Quran ini tidak akan dapat berhasil bila sistem pendidikan agama tidak berjalan intensif sejak dini. Sebagai permisalan, bahasa Inggris diajarkan sejak SD. Maka kita lihat ketika lulus SMA para mahasiswa sudah bisa belajat dari diktat berbahas Inggris. Bila sistem ini diterpakan juga untuk bahasa Arab (sebagai media inti pemahaman Al Quran) maka ketika berumur 20-25 seorang muslim sudah mulai bisa memahami Al Quran dengan mandiri.

Wahai saudara-saudaraku kaum muslimin, memahami Al Quran bukan fardhu kifayah yang dibebankan kepada ulama, kiai atau ustadz. Tapi seperti dicontohkan oleh para sahabat, membaca, menghafal, memahami dan melaksanakan Al Quran dilakukan sebagai kewajiban indivial setiap kaum muslimin. Bila secara individu seorang muslim meningkat kualitasnya, keluarga yang dibinanya juga akan berkulaitas sehingga akhirnya sebuah masyarakat madani yang dirindukan selama ini juga dapat terwujud.

Demikianlah renungan kita tentang Al Quran. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua sehingga kita menjadi orang-orang yang mencintai Al Quran, membacanya, menghafalkannya, memahaminya dan mengamalkannya.

Wallahu alam bi shawab

Ummu Alya

(sumber: http://kultum.wordpress.com)

Menghafal Qur'an dengan Metode Cerita

Metoda yang penulis buat ini sebenarnya terinspirasi dari metoda Quantum Learning melalui pelatihan yang telah diikuti. Prinsipnya bagaimana belajar itu mudah dan menyenangkan. Dan tidak ada salahnya kita gunakan dalam proses mengenal Al-Qur'an dari sisi- sisi tertentu. Salah satunya adalah menghafal nama - nama surah dalam Al-Qur'an.

Mulai saat ini anda diajak untuk mengenal nama-nama surah dalam Al- Qur'an. Anda akan dibawa keluar dari zona nyaman menuju satu pengalaman baru yang mengasyikkan. Membuat anda sadar dan melek dari mitos - mitos yang menyesatkan tentang ghuluw atau bahkan ekstrim yang terlalu jauh menyimpang dalam mensikapi keutamaan Al-Qur'an. Al- Qur'an dianggap sebagai suatu yang mistik. Padahal sebenarnya Al- Qur'an itu mu'jizat. Al-Qur'an memiliki hayawiyyah atau dinamis penuh makna.

Dan metoda berikut ini merupakan salah satu pensikapan dinamis dan unik. Bisa dinikmati manfaatnya bagi setiap muslim yang ingin lebih akrab bermu'ayasyah ma'l qur'an dari sisi nama-nama surahnya yang berjumlah 114 surah. Karena itu cobalah metoda ini;

a. Cara menghafal

Dalam metoda cerita ini pendekatannya melalui arti atau terjemah dari nama surah yang berbahasa Arab. Yang perlu diperhatikan di sini adalah bukan kebenaran ceritanya tetapi bagaimana anda bisa menghafal dan mengingat nama - nama surah dalam Al-Qur'an dengan mudah, karena cerita ini bersifat imajinatif bukan hakiki.

Cerita berikut dibuat bersifat penggalan - penggalan (per sepuluh surah kecuali surah yang ke-91 – 99 dan ke-100 sampai terakhir). Hal ini akan membantu anda mempermudah dalam menghafal dan mengingat kembali nama - nama Surah dalam Al-Qur'an. Ingat yang dihafal bukan ceritanya tetapi alur cerita nama - nama surah Al-Qur'an (dalam

terjemah) yang tertulis dengan huruf tebal dan kapital. Seperti; PEMBUKAAN, SAPI BETINA dan seterusnya.

Praktisnya adalah sebagai berikut;

1. Bacalah cerita tersebut (misalnya cerita I; 1-10) sambil tersenyum.

2. Boleh dibaca dalam hati atau dengan suara. Perhatikan pada kata - kata bercetak tebal dan berikan tekanan bunyi yang berbeda dari kata yang tidak bercetak tebal.

3. Bayangkan anda sendiri sedang manjadi pelaku atau terlibat langsung dalam alur cerita tersebut. Kalau bisa sambil membayangkan dan gerakkan anggota tubuh anda sebagai bentuk kreasi dari imajinasi anda.

4. Tulis ulang kata - kata yang bercetak tebal sesuai yang anda ingat saja, lalu cocokkan dan urutkan sesuai urutannya.

5. Setelah anda berhasil menulis ulang kata - kata yang bercetak tebal, dengan melihat kata - kata tersebut cobalah anda mengulang (mengingat) kembali alur ceritanya tanpa harus sama persis.

6. Berikutnya anda melihat grafik kata - kata yang bercetak tebal dan bacalah dalam bahasa Arabnya. Ingat jangan dihafal terlebih dahulu teks arab yang ditulis dengan huruf latin tersebut (hal tersebut akan dibahasa tersendiri).

b. Cara Mengingat ulang

Bila anda lupa dengan nama surah tertentu, misalnya saja anda lupa dengan nama Surah ke-13, maka langsung saja anda mengingat -ingat alur cerita tersebut. Dimulai dari urutan surah yang ke-11 yaitu HUD. Maka anda akan teringat bahwa HUD dan YUSUF disambar PETIR. Secara otomatis dalam hitungan menit atau bahkan detik, anda akan dengan cepat mengingatnya kembali bahwa surat yang ke-13 adalah Surah PETIR (yang Bahasa Arabnya AR RA'D). Menyenangkan bukan?

Selamat mencoba dan menikmati. Semoga anda benar - benar puas.

c. Tekhnis Menghafal

Berikut ini teknis dan cara menghafal nama - nama surah dengan metoda cerita yang dibagi dalam 11 bagian (cerita) agar memudahkan kita dalam penguasaan maksimal dan cepat.

Cerita I; (Surah 1 – 10)

Aku membaca Al-Qur'an dimulai dengan PEMBUKAAN. Kebetulan waktu itu tetanggaku sedang memotong SAPI BETINA untuk KELUARGA IMRAN yang punya anak wanita bernama AN NISA. Ia lapar makan HIDANGAN, sisanya ia berikan untuk BINATANG TERNAK yang berkandang di TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI, di sana dibagikan HARTA RAMPASAN PERANG yang dilakukan setelah TAUBAT seperti taubatnya YUNUS

NO KRONOLOGI CERITA

1. PEMBUKAAN - AL-FATIHAH

2. SAPI BETINA - AL-BAQOROH

3. IMRAN - ALI IMRON

4. NISA (WANITA) - AN NISAA'

5. HIDANGAN - AL MAA'IDAH

6. BINATANG TERNAK - AL AN'AAM

7. TEMPAT-TEMPAT YANG TINGGI - AL A' ROOF

8. HARTA RAMPASAN PERANG - AL ANFAAL

9. TAUBAT - AT TAUBAH

10. YUNUS -YUNUS

Cerita II; (Surah 11 – 20)

HUD dan YUSUF disambar PETIR sementara itu IBRAHIM sedang berada di PEGUNUNGAN HIJR tempat dimana LEBAH memulai PERJALANAN MALAM menuju ke GUA tempat bersembunyinya MARYAM dan TOHA.

NO KRONOLOGI CERITA

11. HUD - HUD

12. YUSUF - YUSUF

13. PETIR - AR RA'D

14. IBRAHIM -IBRAHIM

15. PEGUNUNGAN HIJR - AL HIJR

16. LEBAH - AN NAHL

17. PERJALANAN MALAM - AL ISRO'

18. GUA - AL KAHFI

19. MARYAM - MARYAM

20. TOHA - TOOHAA

Cerita III; (Surah 21 – 30)

PARA NABI pergi HAJI diikuti oleh ORANG-ORANG BERIMAN berpakain putih - putih sehingga laksana CAHAYA yang menjadi PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL seperti ceritanya PARA PENYAIR tentang SEMUT dalam buku KISAH -KISAH dan juga tentang LABA-LABA yang menyerang BANGSA ROMAWI.

NO KRONOLOGI CERITA

21. PARA NABI - AL ANBIYAA'

22. HAJI - AL HAJJ

23. ORANG - ORANG BERIMAN-AL MU'MINUUN

24. CAHAYA - AN NUUR

25. PEMBEDA ANTARA YANG BENAR DAN BATHIL - AL FURQON

26. PARA PENYAIR - ASY SYU `AROO'

27. SEMUT-AN NAML

28. KISAH-KISAH - AL QOSHOSH

29. LABA-LABA - AL `ANKABUUT

30. BANGSA ROMAWI - AR RUUM

Cerita IV; (Surah 31 – 40)

LUKMAN tidak berSUJUD di kaki GOLONGAN YANG BERSEKUTU dengan KAUM SABA' yang tidak beriman kepada Yang Maha PENCIPTA. Sementara itu YASIN menyiapkan orang YANG BERSHAF - SHAF membentuk huruf SHOD dengan ROMBONGAN - ROMBONGAN untuk memohon kepada YANG PENGAMPUN dari

kesalahan.

NO KRONOLOGI CERITA

31. LUKMAN - LUQMAN

32. SUJUD - AS SAJDAH

33. GOLONGAN YANG BERSEKUTU - AL AHZAB

34. KAUM SABA' - SABA'

35. PENCIPTA - FAATHIR

36. YASIN - YAASIN

37. YANG BERSHAF-SHAF - ASH SHOOFFAT

38. SHOD - SHOOD

39. ROMBONGAN-ROMBONGAN - AZ ZUMAR

40. YANG PENGAMPUN - GHOFIR

Cerita V; (Surah 41 - 50)

YANG DIJELASKAN dalam MUSYAWARAH itu tentang hukum PERHIASAN bukan tentang KABUT membawa orang YANG BERLUTUT di BUKIT - BUKIT PASIR, saat MUHAMMAD mendapat KEMENANGAN ditandai dengan KAMAR - KAMAR bertuliskan huruf QOF.

NO. KRONOLOGI CERITA

41. YANG DIJELASKAN - FUSHSHILAT

42. MUSYAWARAH - ASY SYURA

43. PERHIASAN - AZ ZUKHRUF

44. KABUT - AD DUKHAAN

45. YANG BERLUTUT - AL JATSIYAH

46. BUKIT-BUKIT PASIR - AL AHQOF

47. MUHAMMAD - MUHAMMAD

48. KEMENANGAN - AL FATH

49. KAMAR-KAMAR - AL HUJURAT

50. QOF - QOF

Cerita VI; (Surah 51 – 60)

ANGIN YANG MENERBANGKAN menghembus ke BUKIT saat BINTANG dan BULAN bersinar sebagai bukti kuasa YANG MAHA PEMURAH yang akan mendatangkan HARI KIAMAT menghancurkan BESI pada saat WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN mengalami PENGUSIRAN sebagaimana menimpa PEREMPUAN YANG DIUJI.

NO KRONOLOGI CERITA

51. ANGIN YANG MENERBANGKAN - ADZ DZAARIYAT

52. BUKIT - ATH THUUR

53. BINTANG - AN NAJM

54. BULAN - AL QOMAR

55. YANG MAHA PEMURAH - AR RAHMAN

56. HARI KIAMAT - AL WAAQI'AH

57. BESI - AL HADID

58. WANITA YANG MENGAJUKAN GUGATAN - AL MUJADILAH

59. PENGUSIRAN - AL HASYR

60. PEREMPUAN YANG DIUJI - AL MUMTAHANAH

Cerita VII; (Surah 61 – 70)

BARISAN orang beriman pada HARI JUM'AT berbeda dengan ORANG - ORANG MUNAFIK saat HARI DITAMPAKAN KESALAHAN - KESALAHAN orang yang suka TALAK dalam pernikahan dan Allah MENGHARAMKAN pelimpahan KERAJAAN secara tertulis dengan PENA pada HARI KIAMAT yang tidak ada lagi TEMPAT - TEMPAT NAIK bagi amal sholih.

NO KRONOLOGI CERITA

61. BARISAN - ASH SHOFF

62. HARI JUM'AT - AL JUMU'AH

63. ORANG-ORANG MUNAFIK - AL MUNAAFIQUN

64. HARI DITAMPAKAN KESALAHAN-KESALAHAN - AL TAGHOBUN

65. TALAK - ATH THOLAAQ

66. MENGHARAMKAN - AT TAHRIM

67. KERAJAAN - AL MULK

68. PENA - AL QOLAM

69. HARI KIAMAT - AL HAAQQAH

70. TEMPAT-TEMPAT NAIK - AL MA `AARIJ

Cerita VIII; (Surah 71 – 80)

NUH diganggu JIN saat ORANG YANG BERSELIMUT dan ORANG YANG BERKEMUL tertidur pulas tidak menyadari datangnya KIAMAT ketika MANUSIA didatangkan MALAIKAT YANG DIUTUS menyampaikan BERITA BESAR tentang kematian yang dibawa MALAIKAT - MALAIKAT YANG MENCABUT nyawa

sedangkan IA BERMUKA MASAM.

NO KRONOLOGI CERITA

71. NUH - NUH

72. JIN - AL JINN

73. ORANG YANG BERSELIMUT - AL MUZAMMIL

74. ORANG YANG BERKEMUL - AL MUDATSTSIR

75. KIAMAT - AL QIYAAMAH

76. MANUSIA - AL INSAAN

77. MALAIKAT YANG DIUTUS - AL MURSALAT

78. BERITA BESAR - AN NABA'

79. MALAIKAT-MALAIKAT YANG MENCABUT - AN NAAZI `AAT

80. IA BERMUKA MASAM - `ABASA

Cerita IX; (Surah 81 – 90)

Gempa MENGGULUNG bumi hingga TERBELAH dan ORANG-ORANG YANG CURANG pun ikut TERBELAH hancur lebur menjadi GUGUSAN BINTANG diantaranya bintang YANG DATANG DI MALAM HARI atas kuasa YANG PALING TINGGI pada HARI PEMBALASAN tidak akan muncul FAJAR di NEGERI manapun.

NO KRONOLOGI CERITA

81. MENGGULUNG - AT TAKWIIR

82. TERBELAH - AL INFITHOOR

83. ORANG-ORANG YANG CURANG - AL MUTHOFFIFIIN

84. TERBELAH - AL INSYIQOOQ

85. GUGUSAN BINTANG - AL BURUUJ

86. YANG DATANG DI MALAM HARI - ATH THOORIQ

87. YANG PALING TINGGI - AL A `LAA

88. HARI PEMBALASAN - AL GHOOSYIYAH

89. FAJAR - AL FAJR

90. NEGERI - AL BALAD

Cerita X; (Surah 91 – 99)

MATAHARI tenggelam saat MALAM tiba hingga datang WAKTU DHUHA Allah MELAPANGKAN rizki dan menumbuhkan BUAH TIN untuk manusia yang berasal dari SEGUMPAL DARAH tanpa KEMULIAAN sedikit pun sebagai BUKTI akan terjadi KEGONCANGAN dunia.

NO KRONOLOGI CERITA

91. MATAHARI - ASY SYAMS

92. MALAM - AL LAIL

93. WAKTU DHUHA - ADH DHUHAA

94. MELAPANGKAN - AL INSYIROH

95. BUAH TIN - AT TIIN

96. SEGUMPAL DARAH - AL `ALAQ

97. KEMULIAAN - AL QODR

98. BUKTI - AL BAYYINAH

99. KEGONCANGAN - AZ ZALZALAH

Cerita XI; (Surah 100 – 114)

KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG pada HARI KIAMAT tidak lagi untuk BERMEGAH - MEGAHAN pada MASA itu si PENGUMPAT diinjak - injak GAJAH milik SUKU QURAISY tanpa menyisakan BARANG - BARANG YANG BERGUNA sedikit pun, apalagi NI'MAT YANG BANYAK semuanya pergi dari ORANG- ORANG KAFIR tanpa mendapat PERTOLONGAN dari GEJOLAK API yang membakar karena tidak MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH yang sejak WAKTU SUBUH semua MANUSIA telah melaksankannya.

NO KRONOLOGI CERITA

100. KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG - AL `AADIYAT

101. HARI KIAMAT - AL QOORI `AH

102. BERMEGAH-MEGAHAN - AT TAKAATSUR

103. MASA - AL `ASHR

104. PENGUMPAT - AL HUMAZAH

105. GAJAH - AL FII-L

106. SUKU QURAISY - QURAISY

107. BARANG-BARANG YANG BERGUNA - AL MAA `UUN

108. NI'MAT YANG BANYAK - AL KAUTSAR

109. ORANG-ORANG KAFIR - AL KAAFIRUUN

110. PERTOLONGAN - AN NASHR

111. GEJOLAK API - AL LAHAB

112. MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH - AL IKHLASH

113. WAKTU SUBUH - AL FALAQ

114. MANUSIA - AN NAAS

*Penulis adalah guru tahsin-tahfidh di LTQ Al-Hikmah dan SMP SMART Ekselensia Indonesia (DD Republika)

(Syahid AbdulQodir Thohir)

Rumus Praktis Mudah Menghafal Qur'an (Buktikan!)

Pada postingan artikel sebelumnya kami sampaikan tentang kiat-kiat untuk dapat menghafal ayat-ayat Al Qur’an apalagi pada bulan Sya’ban ini, sebagian Salaf berlomba-lomba menghafal Al Qur’an dan memuraja’ah hafalan mereka. Nah, pada postingan kali ini, kami sampaikan rumus praktis bagi antum yang ber’azzam untuk dapat menyelesaikan hafalan Al Qur’an al Karim setelah mempelajari metode-metode sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur‘ân secara baik. Semoga bermanfaat!

RUMUS PRAKTIS MENGHAFAL AL QUR’AN

Jumlah Hafalan / Hari

PREDIKSI SELESAI TAHFIZH AL QUR’AN

TAHUN

BULAN

HARI

1 ayat

17

7

9

2 ayat

8

9

18

3 ayat

5

10

13

4 ayat

4

4

24

5 ayat

3

6

7

6 ayat

2

11

4

7 ayat

2

6

3

8 ayat

2

2

12

9 ayat

1

11

12

10 ayat

1

9

3

11 ayat

1

7

6

12 ayat

1

5

15

13 ayat

1

4

6

14 ayat

1

3

-

15 ayat

1

2

1

16 ayat

1

1

6

17 ayat

1

-

10

18 ayat

-

11

19

19 ayat

-

11

1

½ lembar

3

4

24

1 lembar

-

10

6


Artikel oleh http://salafiyunpad.wordpress.com

Rumus Hafalan Juz Al-Qur'an

Bagi kita yg terbiasa membaca Al-Quran atau mengulang hafalan dengan menggunakan mush-haf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, maka akan kita temukan bahwa juz 2 ada di halaman 22, juz 3 di hlm 42, ... juz 30 di hlm 582. Kalau kita perhatikan, setiap halaman selalu diakhiri angka 2, dari sini kita dapat membuat suatu rumus untuk mengetahui letak halaman setiap juz dalam mush-haf:

nomor juz dikali 2 dikurang 2 kemudian hasilnya di ikuti angka 2

Misalnya kita ingin buka juz 15 pada mush-haf:

15 x 2 - 2 = 28 diikuti angka 2 = 282

Dari rumus diatas dapat diketahui bahwa juz 15 ada di halaman 282 pada mush-haf.
Coba lagi achh....

Juz 30:
30 x 2 - 2 = 58 diikuti angka 2 = 582

Rumus ini mempermudah kita yang ingin muraja'ah (mengulang) hapalan Al-Quran. Misalnya kita mau muraja'ah juz 2, maka tinggal memakai rumus di atas untuk menentukan letak halamannya. Jadi ga perlu pusing2 nyari halaman juz 2 dan seterusnya.

Penasaran mau coba......? Buktikan di
QuranFlash aja.

Tapi ingat, rumus ini hanya berlaku untuk mush-haf Utsmani cetakan versi Timur Tengah, tidak berlaku untuk cetakan versi Indonesia. Tetapi ada sebagian cetakan mush-haf terjemah Al-Quran versi Indonesia yang halamannya sama dengan versi Timur Tengah, seperti mush-haf terjemah terbitan Syaamil dan Diponegoro. Saya baru mengecek mush-haf dari 2 penerbit tersebut, yang lain belum saya lihat.


Berarti Fungsi matematikanya sebagai berikut :
F(x) = 10(2x-2) + 2
= 20x-20+2
= 20x -18
Dimana x = adalah No Juz yang hendak dicari

(Sumber: fitrihasanah.multiply.com)